Rabu, 21 Desember 2011

3 KISAH INSPIRATIF DI HARI IBU



KISAH I - MAWAR UNTUK IBU

Seorang pria muda singgah di toko bunga untuk memesan karangan bunga mawar yang akan dikirimkan secara paket ke rumah ibunya. Hal itu dilakukan karena ia sangat sibuk sehingga ia tidak memiliki waktu luang sedikit pun untuk mengirimnya sendiri menuju rumah ibunya.

Begitu keluar dari mobil, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu.

"Kenapa kamu menangis?" tanya pria tersebut.

"Aku hanya ingin membeli setangkai bunga mawar untuk ibu saya. Tetapi uang saya hanya lima ratus, sedangkan bunga mawar itu harganya seribu." jawab gadis kecil itu sambil menunjuk bunga mawar yang diinginkannya.

Pria itu tersenyum dan berkata, "Tenang saja, aku akan membelikan bunga mawar yang kau mau."

Kemudian ia membelikan gadis kecil itu setangkai bunga mawar merah. Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantar gadis kecil itu pulang ke rumah agar bisa segera menemui ibunya.

Gadis itu melonjak gembira, "Ya tentu saja. Maukah Anda mengantarkan ke tempat ibu saya?"

Kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu yaitu sebuah tempat pemakaman umum. Lalu gadis kecil itu meletakkan bunga mawar yang dibawanya pada sebuah kuburan yang masih basah.

Melihat hal itu, pria tersebut menitikkan air mata. Ia teringat sesuatu. Ia lalu bergegas kembali menuju toko bunga tadi dan membatalkan paket kirimannya. Ia mengambil sendiri karangan bunga mawar tersebut dan mengantarkannya sendiri menuju rumah ibunya.


KISAH II - IBU, MAAFKAN AKU

Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.

Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi.

Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi. Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”

Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya.

Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap. Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung. Pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi.

Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”.

Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan. Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman.

Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah. Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan.

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong-bondong manyaksikan hukuman tersebut. Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya.

Tiba-tiba anak tersebut terbayang wajah ibunya yang sudah tua. Tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya. 

Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sang Algojo memukul lonceng tanda hukuman pancung dimulai. Namun, lonceng belum juga berdentang. Waktu sudah berjalan lima belas menit dan suasana mulai berisik. 

Akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang. Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada.

Saat mereka semua sedang bingung, tiba-tiba dari tali lonceng itu mengalir darah. Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat. Dengan jantung berdebar-debar, seluruh rakyat menantikan ketika beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah tersebut.

Tahukah anda apa yang terjadi?

Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi. Dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng. Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata.

Sementara si anak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan dari lonceng. Ia sangat menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng supaya bisa memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya.

sumber : http://ekojuli.wordpress.com


KISAH III -DIALOG ANAK DENGAN TUHAN

Seorang anak, bertanya kepada Tuhan-Nya, "Tuhan, kenapa ibuku menangis?"

Jawab Tuhan, "Karena ibumu seorang wanita."

Tuhan lalu melanjutkan:
"Aku ciptakan dia sebagai makhluk yang sangat istimewa.
Aku kuatkan bahunya untuk menjaga dunia.
Aku lembutkan hatinya untuk memberi rasa aman.
Aku kuatkan rahimnya untuk melahirkan benih manusia.
Aku tabahkan pribadinya untuk terus berjuang di saat orang lain menyerah.
Aku beri dia rasa sensitif untuk mencintai putra-putrinya dalam keadaan apa pun.
Aku beri dia keindahan untuk melindungi batin suaminya.
Ingatlah, bundamu adalah makhluk yang kuat.
Jika kau melihat bundamu menangis, itu karena aku beri dia air mata, yang bisa membasuh luka batinnya dan memberi kekuatan baru.

SELAMAT HARI IBU - 22 Desember 2011

Sumber gambar: www.fifyazman.wordpress.com
Backsound       : Melly Goesllow - Bunda


0 komentar:

Posting Komentar

 
;